Cara menjadi Worship Leader yang baik dan benar

Cara Menjadi Worship Leader Yang Baik

Cara Menjadi Worship Leader Yang Baik  inilah yang harus diperhatikan dan perlu untuk diketahui dan yang harus kita pelajari sebelum kita melayani.

Apa saja Yang harus Anda Ketahui Cara Menjadi Worship Leader Yang Baik?

Fungsi Worship Leader

Worship leader tidak sama dengan Master Ceremony juga Song Leader

  • Master Ceremony : Arah dari semua pembicaraan adalah horizontal
  • Song Leader           : Fokus hanya kepada nyanyian saja
  • Worship Leader : Berpontensi untuk mempengaruhi jemaat mengalami perjumpaan dengan Tuhan

Worship : to kiss

Leader : memimpin, sebagai penunjuk arah kepada orang-orang yang dia pimpin. Supaya kita bisa menunjukan arah, dapat digunakan beberapa tema lagu :

  • Lirik Lagu
  • Judul Lagu

Kita harus mengetahui tema sebab tema berfungsi sebagai “pagar” yang membantu kita dalam hal :

  1. Cara kita bernyanyi dan memperlakukan lagu.  Contoh :  tema kasih, kita bisa sesuaikan nyanyian kita sesuai tema lagu tersebut
  2. Dalam hal bernarasi bisa dipakai metode 5W + 1 H
  3. Penyembahan ( setiap kata yang kita perkataan harus sesuai dengan tema juga memperhatikan melodi dari musik )

Hal-hal Yang Perlu Dipelajari Worship Leader

1.Kemampuan Teknik

A.Penguasaan Lagu

Bagaimana suatu lagu dinyanyikan dengan tepat. Dibagi menjadi

  1. Bagian Lagu : Intro, Bait, Reff, Coda, Ending
  2. Cara menyanyikan lagu berdasarkan : Nada dasar, Irama
  3. Cara mengexpresikan lagu berdasarkan : Tema, Lirik

B.Tematikal Lagu & Susuna PW

Yaitu bagaimana menentukan lagu-lagu yang sesuai dengan tema menjadi suatu susunan PW dalam suatu ibadah.

C.Kerja Sama Team

Yaitu bagaimana menjadlin suatu kerja sama dengan tim PW dengan baik

2.Kemampuan Profetik

A.Narasi

Pesan Firman Tuhan berupa Nubuatan, Janji Allah, kata-kata iman, dan kalimat motivasi untuk menguatkan jemaat.

B.Flowing dalam Pujian Penyembahan

Menciptakan alur PW dengan menangkap visi dari Tuhan dan melakukan misi yang tepat untuk mencapai visi tersebut. Dalam hal ini perlu merenungkan :

  • Rhema / Visi : “What” yaitu ( pesan apa yang didapat dari Tuhan ), contoh pesan: Sukacita.   Why” ( Mengapa dapat hal tersebut? Point 1) ; Karena aku dibebaskan dengan keselamatan yang diberikanNya. “When”  yaitu secara teknis, dapat diterapkan dengan membagi waktu dalam hal : Pengulangan bagian-bagian lagu, Penyembahan, Doa )
  • Misi : “How” ( bagaimana menciptkan suatu hubungan antara pesan yang didapat dengan daftar lagu yang akan dinyanyikan )

Langkah-langkah  : 

– Menyusun daftar lagu dengan tema sesuai pesan yang didapat

–  Membuat bridging yang sesuai

Contoh :

  • Pembukaan ( bridging ) Lagu lambat
  • Lagu lambat ( bridging ) Worship
  • Worship ( bridging ) Lagu lambat
  • Worship ( bridging ) Lagu cepat
  • Lagu lambat ( bridging ) Lagu cepat
  • Lagu cepat ( bridging ) Lagu cepat
  • Lagu cepat ( bridging ) Lagu lambat

3.Tema

Jenis-jenis tema yang dipergunakan dalam ibadah :

  1. Kasih
  2. Kebaikan
  3. Sukacita
  4. Iman
  5. Kesaksian
  6. Syukur
  7. Pengagungan
  8. Peperangan
  9. Fellowship
  10. Nyanyian Visi
  11. Nyanyian Doa

4.Narasi

Narasi adalah kata / kalimat yang bersumber dari firman Tuhan ( yang tujuannya untuk memotivasi, menguatkan, dan menasehati jemaat Tuhan). Narasi berbeda dengan ajakan.

Contoh narasi tema Iman :

Heleluyah! , Shallom Bapak/Ibu/Saudara. Pada ibadah hari ini, mari kita sama-sama mengarahkan hati kita kepada Tuhan kita, kita masuk hadirat-Nya lebih lagi. Karena di dalam hadirat-Nya ada kesembuhan, ada pemulihan dan pembebasan yang seutuhnya. Ketika kita menyembah-Nya, yang sakit akan disembuhkan, yang berbeban berat akan diberi kelegaan dan yang terikat akan dilepaskan, amin? Mari kita angkat pujian.

5.Bridging

Bridging adalah menghubungkan lagu satu ke lagu berikutnya.

Beberapa jenis bridging antara lain.

  • Narasi
  • Flowing Penyembahan
  • Doa
  • Mazmur
  • Nubutan
  • Peperangan, Bahasa Roh
  • Fellowship

Contoh Bridging :

  • Membuat setlis lagu : Lagu lambat, Secara pesan harus kuat daripada lagu pertama
  1. Lagu Pertama
  2. Lagu kedua ( lagu pertama dan kedua dianjurkan dengan mada yang sama)
  3. Lagu ke tiga
  4. Lagu ke empat ( lagu ketiga dan ke empat diharuskan memiliki tempo yang lebih cepat )
  5. Lagu kelima harus disesuaikan dengan Firman Tuhan.

Bier Pinter baca juga http://bierpinter.com/design/12-tutorial-desain-2017/

 

Tinggalkan Balasan