Pengertian Sistem Monolitik

Pengertian Sistem Monolitik (Monolithic System)

Pengertian Sistem Monolitik (Monolithic System) – Halo sobat sekalian, pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Sistem Monolitik di dalam suatu Struktur Sistem Operasi. Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Sistem Monolitik mulai dari pengertiannya, struktur dasarnya, model sistemnya hingga kelemahan pada sistem monolitik ini.

Pengertian Sistem Monolitik

Sistem Monolitik ini merupakan sistem yang paling umum di dalam struktur sistem operasi. Pendekatan sistem monolitik ini biasa juga disebut dengan “The Big Mess“. Sistem ini pada dasarnya tidak memiliki struktur. Sistem operasi ditulis sebagai sekumpulan prosedur, yang mana dapat dipanggil oleh yang lain pada saat prosedur itu diperlukan. Pada saat teknik ini digunakan, tiap prosedur dalam sistem mempunyai penjelasan tersendiri dari tiap parameter dan hasil yang ada. Masing-masing dapat secara bebas memanggil satu sama lain, apabila terdapat beberapa komputasi yang berguna dari kebutuhan yang sebelumnya.

Di dalam Sistem Monolitik, terdapat struktur yang kecil, yaitu Systemcalls. Systemcalls ini disediakan oleh sistem operasi yang mana permintaannya disediakan dengan meletakan parameter-parameter yang tersedia, seperti register atau pada stack dan kemudian mengeksekusi setiap instruksi yang dikenal sebagai kernel call atau supervisor call.

Struktur Dasar dari Sistem Monolitik

Didalam sistem monolitik terdapat struktur dasar untuk sistem operasi, yaitu :

  1. Program utama membuat permintaan dari service procedure
  2. Sekumpulan service procedure membawa keluar system call
  3. Sekumpulan utilitas procedure membantu service procedure

Pada model ini, untuk setiap system call hanya tedapat satu service procedure yang ada. Prosedur utilitas sendiri berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dari beberapa service prosedure, seperti mengambil data dari program user. Divisi ini dibagi menjadi 3 layer, yaitu :

Struktur Model Sistem Monolitik

Kelemahan dari Sistem Monolitik

Ada beberapa kelemahan dari sistem monolitik itu sendiri, yaitu :

  1. Disappearance dan pengujian dari eror sangatlah sulit, karena sistem tidak dapat dipisahkan dan dilokalisasikan.
  2. Sistem sulit untuk menyediakan fasilitas pengamanan (security).
  3. Merupakan pemborosan yang sangat besar apabila setiap komputer harus menjalankan kernel monolitik. Sementara sistem tersebut sebenarnya tidak memerlukan seluruh layanan yang disediakan oleh kernel. (Tidak Fleksibel)
  4. Apabila adanya kesalahan pemrograman pada suatu bagian dari kernel, maka menyebabkan matinya seluruh sistem.

Sedangkan untuk keunggulan dari sistem ini adalah layanan sistem monolitik dapat dilakukan sangat cepat karena terdapat pada satu address space.

Nah, itu adalah pembahasan mengenai Sistem Monolitik (Monolithic System). Sistem Monolitik merupakan salah satu sistem yang terdapat pada struktur sistem operasi. Sistem ini biasanya merupakan sistem yang paling umum yang menggunakan address space di dalam penggunaannya. Sekian dari saya… Salam IT ^_^

Baca juga : Virtual Memory Vs Overlay (Sistem Operasi)

Tinggalkan Balasan