Sejarah Komputer Generasi Kedua

Sejarah Komputer Generasi Kedua (1955-1965)

Sejarah Komputer Generasi Kedua – Melanjutkan artikel kita sebelumnya, pada artikel ini saya akan membahas mengenai Sejarah Komputer pada Generasi Kedua. Berbeda dengan generasi sebelumnya (generasi pertama), pada generasi kedua ini telah terdapat beberapa bahasa pemrograman yang dapat dipakai seperti FORTRAN dan assembler. Generasi Kedua ini memperkenalkan Transistor dan Sistem Batch pada dunia komputer.

Sejarah Komputer Generasi Kedua (1955-1965): Transistor dan Sistem Batch

Pada pertengahan 1950an, transistor dikenalkan di dunia. Transistor ini cukup merubah gambaran secara radikal mengenai dunia komputer. Untuk pertama kalinya, ada perbedaan yang jelas antara perangcang, pengembang, operator, programer, dan perawat mesin. Mesin komputer pada masa itu dikunci didalam suatu ruangan ber-AC dengan staff yang professional untuk menjalankannya. Biasanya hanya perusahaan besar, pemerintahan atau universitas yang mampu menyediakan mesin ini dengan harga ribuan juta dolar Amerika.

Baca juga : Sejarah Komputer Generasi Pertama (1945-1955)

Sistem Batch

Untuk melakukan suatu perintah komputer (job), programer harus menulis program secara langsung pada sebuah kertas (bahasa FORTRAN atau assembler) terlebih dahulu. Kemudian program perintah tersebut di pull ke dalam beberapa kartu memory. Sekumpulan kartu tersebut nantinya akan dibawa ke ruangan input dan akan diserahkan ke operatornya. Baru lah perintah program tersebut dapat dijalankan. Pada saat komputer telah selesai mengerjakan tugasnya, operator akan ke tempat printer dan melepaskannya dari output dan membawanya ke ruangan output. Sehingga programmer dapat mengumpulkannya nanti. Kemudian programer mengambil salah satu dari tumpukan kartu tersebut dan mengambilnya dari ruangan input dan membacanya didalam. Jika kompiler FORTRAN dibutuhkan, operator dapat mengambilnya dari laci file dan membacakannya. Sehingga, kebanyakan waktu komputer terbuang secara sia-sia, sementara operator berjalan disekeliling ruangan mesin.

Dengan harga peralatan yang cukup tinggi (mahal), banyak sekali orang yang mencari berbagai macam cara untuk dapat mengurangi waktu yang terbuang tersebut. Solusi umunya diadopsi dari batch system. Ide ini dilatar belakangi dengan mengumpulkan seluruh tumpukan job kedalam ruangan input, dan kemudian membacanya pada magnetic tape yang kecil (komputer IBM 1401). Dimana komputer tersebut sangat bagus dalam membaca data, mencopy tapes, dan mencetak hasil tetapi tidak terlalu bagus pada kalkulasi. Mesin lain yang harganya mahal seperti IBM 7094, digunakan untuk komputasi sebenarnya.

Fortran Monitor System

Struktur dari FMS Job

Sekitar satu jam mengumpulkan sekumpulan job, tape digulung dan dibawa kedalam ruangan mesin, yang mana magnetic tape tersebut dipasangkan ke driver tape. Kemudian operator mengeluarkan program spesial (pendahulunya operating system), yang mana dapat membaca dan menjalankan job tersebut pertama kali dari magnetic tape itu. Output ditulis kedalam tape yang kedua, sebagai pengganti hasil yang dicetak. Setelah job selesai, sistem operasi secara otomatis membaca job selanjutnya dan mulai mengerjakannya lagi. Setelah keseluruhan job selesai, operator mengeluarkan tape input, dan membawa tape output ke IBM 1401 untuk di cetak.

Struktur dari input job dimulai dengan mengeluarkan kartu $JOB, spesifikasinya berisi waktu maximum untuk bekerja (dalam menit), nomor account yang diakses, dan nama programer. Kemudian kartu $FORTRAN memberitahukan sistem operasi untuk mengeluarkan kompiler FORTRAN dari tape, kemudian diikuti dengan program yang dikompile pada kartu $LOAD, yang mana secara langsung sistem mengeluarkan program yang baru dikompile. Kemudian kartu $RUN, memberitahukan kepada sistem operasi untuk menjalankan program dengan diikuti oleh daata. Akhirnya kartu $END menandakan berakhirnya suatu job. Struktur input di atas merupakan struktur dari FMS (Fortran Monitor System).

Oke teman-teman, itu adalah pembahasan singkat dari Sejarah Komputer pada Generasi Kedua. Pada generasi kedua ini, Transistor dan Sistem Batch sangatlah diterapkan dalam pengaplikasian suatu program komputer. Dimana sistem tersebut masih terstruktur dan belum objektive. Sekian dari saya… Salam IT ^_^

Baca juga : Arsitektur Sistem Operasi Linux

Tinggalkan Balasan