Manajemen Konflik : Five Conflict Handling Styles

Manajemen Konflik : Five Conflict Handling Styles – Halo sobat sekalian. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai Definisi dan 5 Strategi Dalam Menyelesaikan Masalah. Apa sih manajemen konflik itu? Manajemen konflik merupakan salah satu cara yang digunakan oleh suatu individu untuk menghadapi pertentangan atau perselisihan antara dirinya dengan orang lain. Sehingga masalah tersebut tidak meluas dan menimbulkan dampak yang sangat merugikan. Penasarankan? Terusin baca artikelnya yah sobat 😀

Manajemen Konflik : Five Conflict Handling Styles

Definisi Manajemen Konflik

Manajemen Konflik
Manajemen Konflik

Manajemen konflik berfungsi untuk mengelola konflik. Artinya kita harus meyakini bahwa konflik memiliki peran dalam rangka mencapai sasaran secara efektif dan efisien dalam menyelesaikan suatu masalah. Manajemen konflik ini digunakan oleh individu untuk menghadapi pertentangan atau perselisihan antara dirinya dengan orang lain yang terjadi di dalam kehidupannya. Sehingga individu tersebut mendapatkan solusi maupun jalan keluar terhadap masalah atau konflik yang sedang ia hadapi.

Mengelola konflik perlu menggunakan skala prioritas. Mengapa? Agar konflik tersebut tidak menimbulkan kekacauan dalam koordinasi dan integrasi antara fungsi dan divisi jika di dalam suatu organisasi.

Five Conflict Handling Styles

Five Conflict Handling Styles
Five Conflict Handling Styles

1. Integrating (Problem Solving, Collaboration)

Point-point penting :

A. Dasar : Terjadi Konflik > Biasa (Natural).

B. Syarat : Saling percaya dan jujur, memberi semangat terhadap sikap.

C. Tujuan : Kepuasan semua pihak (win-win solution) melalui strategi integrative solution.

D. Sesuai untuk complex issues, tidak opposing value systems.

E. Kelemahan : Very time comsuming (banyak memakan waktu).

2. Obliging (Smoothing, Accomodating)

Point-point penting :

A. Smoothing : Mengabaikan keinginan diri sendiri dengan memuaskan keperluan orang (kelompok) lain

B. Satu kelompok : Tidak melihat perbedaan dan saling mengorbankan diri sendiri dengan tujuan : mencapai harmony, stability, satisfies orang lain.

C. Sesuai untuk mendapatkan kembali sesuatu dikemudian hari, tidak termasuk masalah yang kompleks.

3. Dominating (Forcing, Competing)

Point-point penting :

A. Jika saya menang, kamu kalah dalam taktikmu (i win, you lose tactics).

B. Formal authority, strategi untuk keadaan darurat.

C. Bersifat mendominasi suatu masalah.

4. Avoiding

Point-point penting :

A. Menarik diri (aktif) terhadap permasalahan dan situasi konflik.

B. Kepuasan tidak terjadi pada diri suatu individu atau kelompok.

C. Avoiders : Cenderung menghindari peraturan, kebijakan ataupun kewajiban.

D. Sesuai untuk masalah kecil dengan biaya yang tinggi, tidak sulit dan termasuk masalah yang buruk.

5. Compromising

Point-point penting :

A. Memiliki kekuatan yang sama : berbagi keadaan atau kondisi.

B. Setiap pihak diharuskan untuk saling sharing sesuatu (yang sudah terjadi).

C. Adanya Intervensi pihak ketiga : bertujuan untuk bernegosiasi, pemungutan suara.

D. Tidak ada pemenang atau pecundang

E. Kompromi : tidak memilih antara kepuasan kedua belah pihak.

Nah, itu adalah pembahasan mengenai Manajemen Konflik : Five Conflict Handling Styles. Di saat kita memiliki suatu konflik atau masalah, kita harus bisa untuk memanajemen konflik tersebut. Mengapa? Agar efek yang timbul dari masalah tersebut tidak menimbulkan dampak yang buruk, baik untuk diri kita maupun orang lain atau kelompok kita. Oleh karena itu, tentukan Conflict Handling Styles yang mana yang akan kalian pilih untuk menyelesaikan permasalahan anda. Sekian dari saya, Salam IT ^_^

Baca juga : Apa itu Printer Dot Matrix? (Kelebihan dan Kekurangan)