Komputer
Now Reading
Model Prototyping di dalam Rekayasa Perangkat Lunak
Sangat Bernilai
1
Salah satu model proses di dalam software adalah Model Prototyping. Berikut adalah penjelasan mengenai Model Prototyping di dalam Rekayasa Perangkat Lunak.

Model Prototyping di dalam Rekayasa Perangkat Lunak – Halo sobat Bierpinter. Siapa disini yang sedang membuat sebuah model proses software? Salah satu jenis model dari proses software adalah Model Prototyping. Nah, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai Model Prototyping di dalam Rekayasa Perangkat Lunak. Model Prototyping merupakan model yang termasuk ke dalam model evolusioner yang hampir sama dengan Spiral model, Concurrent Development Model, dan juga Fourth Generation Techniques (4GT). Penasarankan apa itu Model Prototyping? So, terusin baca artikel pembelajaran yang satu ini ya teman-teman 😀

Model Prototyping di dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Model Prototyping

Model Prototyping

Model Prototyping biasanya diterapkan dalam kasus yang sering kali pelanggan dapat mendefinisikan sejumlah sasaran software secara umum tetapi tidak bisa mengidentifikasi spesifikasi kebutuhan secara rinci. Terutama untuk fungsi dan fitur yang nantinya akan dikembangkan. Contoh kasus lainnya, pengembang software merasa tidak pasti mengenai efisiensi suatu algoritma yang akan digunakan di dalam pengembangan software. Merasa tidak pasti terhadap kemampuan software yang berinteraksi dengan sistem operasi yang akan digunakan dan juga interaksi manusia dan komputer.

Model Prototyping dimulai dengan dilakukannya proses komunikasi antara tim pengembang software dengan para pelanggan. Tim pengembang software akan melakukan pertemuan dengan para stakeholder untuk mendefinisikan sasaran keseluruhan untuk software yang akan dikembangkan. Dan mengindentifikasi spesifikasi kebutuhan yang telah diketahui saat ini. Iterasi pembuatan prototipe juga direncanakan dengan pemodelan, seperti : rancangan cepat. Suatu rancangan cepat yang berupa rancangan antarmuka pengguna atau format tampilan. Rancangan cepat ini akan memulai konstruksi pembuatan prototipe yang akan diserahkan kepada para stakeholder dan dievaluasi. Kemudian dilakukan suatu umpan balik atau feedback untuk memperhalus dan memenuhi spesifikasi kebutuhan para stakeholder.

Masalah Yang Muncul

Masalah yang muncul di dalam pembuatan model prototyping ini adalah :

  1. Saat para stakeholder diberitahu bahwa produk harus dikembangkan ulang agar kualitas dapat lebih tinggi, maka mereka akan mengeluh dan akan meminta “beberapa perbaikan” yang akan diterapkan pada produk yang mereka gunakan.
  2. Seringkali kita sebagai rekayasawan software lebih memperhatikan kemampuan sistem dengan cepat dibandingkan dengan kecocokan terhadap sistem yang akan dihasilkan.

Nah, itu merupakan artikel pembelajaran mengenai Model Prototyping di dalam Rekayasa Perangkat Lunak. Model Prototyping ini sering kali digunakan oleh para developer sebagai model proses mereka, karena memiliki alur model yang cukup jelas. Alur model ini tergolong mudah dilakukan dan menghasilkan sebuah model yang jelas dan mudah dimengerti bagi pihak developer maupun pelanggan (user). Sekian dari saya, salam IT

What's your reaction?
Luar Biasa
18%
Suka Sekali
55%
Keren
18%
Kagum
0%
Jelek
18%
Tidak Suka
0%
About The Author
GreenIT
1 Comments
  • 17 Juli 2018 at 1:29 PM

    Terima kasih. Semoga artikel ini dapat membantu kalian dalam memahami Model Prototyping di dalam Rekayasa Perangkat Lunak ya teman-teman 😀

Leave a Response