Pengetahuan
Now Reading
Pengertian dan Fungsi dari Black Box Testing
1

Pengertian dan Fungsi dari Black Box Testing – Halo teman sekalian. Apakah ada yang pernah mendengar Black Box Testing? Apa sih Black Box Testing itu? Dan apa bedanya dengan White Box Testing?. Nah, pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai pengertian dan fungsi dari Black Box Testing itu. Sedangkan untuk White Box Testing akan saya bahas di artikel selanjutnya yah teman-teman. Black Box Testing ini merupakan salah satu bentuk pengujian pada suatu software. So, berikut adalah pembahasan mengenai Black Box Testing.

Pengertian dan Fungsi dari Black Box Testing

Apa sih Black Box Testing itu? Black Box Testing merupakan salah satu bentuk pengujian untuk menguji suatu software tertentu. Bentuk lain yang mirip seperti Black Box Testing adalah White Box Testing. Untuk pengujian Black Box Testing lebih memfokuskan pada hasil yang dituju tanpa memikirkan proses internal yang terjadi di dalam software tersebut. Seperti : pemrograman, design, maintenance, dan lain sebagainnya.

Pengertian dari Black Box Testing

Black Box Testing

Black Box Testing

Black Box Testing adalah suatu pengujian yang dilakukan hanya untuk mengamati hasil dari eksekusi pada software tersebut. Pengamatan hasil ini melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak itu sendiri. Jadi dapat dianalogikan seperti kita melihat suatu kotak hitam. Dimana kita hanya bisa melihat penampilan pada luarnya saja, tanpa mengetahui apa yang ada dibalik kotak hitam tersebut. Pengujian black box testing ini juga mengevaluasi hanya pada tampilan luarnya saja (interface), fungsionalnya, dan tidak melihat atau mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di dalam proses detilnya. Namun hanya mengetahui proses input dan output-nya saja.

Fungsional of Black Box Testing

Black Box Testing juga merupakan suatu bentuk pengujian yang menggunakan metode pengujian yang menguji fungsionalitas aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerjanya (berbanding terbalik dengan White Box). Berusaha untuk mengetahui pengetahuan khusus dari kode suatu aplikasi atau struktur internal dan pengetahuan pemrograman yang pada umumnya tidak diperlukan. Metode uji ini dapat diterapkan pada semua tingkat pengujian perangkat lunak, seperti : unit, integrasi, fungsional, sistem dan penerimaan. Pengujian ini biasanya sangat sering digunakan, jika tidak semua pengujian pada tingkat yang lebih tinggi. Tetapi juga bisa mendominasi unit testingnya juga.

Fungsi dari Black Box Testing

Setelah kalian mengetahui arti dan maksud dari Black Box Testing itu sendiri. Tahukah kalian apa sih fungsi sesungguhnya dari pengujian Black Box Testing itu? Berikut adalah fungsi-fungsi dari proses pengujian Black Box Testing :

  1. Menemukan fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang di dalam suatu software.
  2. Mencari kesalahan interface yang terjadi saat software dijalankan.
  3. Untuk mengetahui kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal di dalam suatu aplikasi.
  4. Menguji  kinerja dari software tersebut.
  5. Menginisialisasikan dan mencari kesalahan dari terminasi software itu sendiri.

Oke Guys, itu adalah Pengertian dan Fungsi dari Black Box Testing. Bentuk pengujian ini sangatlah penting untuk para tester yang ingin menguji software mereka sendiri. Pengujian Black Box Testing ini membutuhkan tingkat ke detail-an seseorang dalam meneliti, memahami dan menganalisa software yang baru dibuat sebelum software tersebut akan di launch. So, sekian dari saya… Salam IT ^_^

Baca juga : Kategori Software (Rekayasa Perangkat Lunak)

What's your reaction?
Luar Biasa
21%
Suka Sekali
42%
Keren
32%
Kagum
0%
Jelek
5%
Tidak Suka
0%
About The Author
GreenIT
1 Comments

Leave a Response