Komputer
Now Reading
Perbedaan Pengujian Alpa dan Pengujian Beta
Sangat Bernilai
1
Apa sih Perbedaan Pengujian Alpa dan Pengujian Beta di dalam Rekayasa Perangkat Lunak itu? Berikut adalah penjelasan di setiap pengujian yang ada.

Perbedaan Pengujian Alpa dan Pengujian Beta – Halo teman-teman Bierpinter. Apakah kalian pernah mendengar istilah dari pengujian alpa dan beta di dalam pengujian software?. Untuk para developer istilah ini pastilah sangat penting. Kedua pengujian ini sangatlah penting pada saat kita ingin membantu sebuah software yang berkualitas. Nah, pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Perbedaan Pengujian Alpa dan Pengujian Beta di dalam Rekayasa Perangkat Lunak. Pengujian Alpa dan Beta sebenarnya merupakan Strategi Pengujian untuk software yang bersifat konvensional. Penasaran bukan? So, terusin baca artikelnya ya teman-teman 😀

Perbedaan Pengujian Alpa dan Pengujian Beta

Perbedaan Pengujian Alpa dan Pengujian Beta

Ketika software dibangun untuk satu pelanggan, serangkaian pengujian penerimaan pasti dilakukan agar pelanggan dapat mem-validasi semua persyaratan dalam pembangunan software. Serangkaian pengujian ini dilakukan oleh rekayasawan software dengan cara melakukan “test drive” sebagai pengujian penerimaan (Acceptance Test). Pengujian penerimaan ini dilakukan secara terencana dan sistematis.

Jika software dikembangkan sebagai produk yang akan digunakan oleh banyak pelanggan. Maka tidak praktis untuk melakukan pengujian penerimaan formal bagi masing-masing pelanggan. Kebanyakan pembangunan produk software menggunakan proses yang disebut pengujian alpa dan beta untuk menemukan kesalahan yang akan timbul hanya pada pengguna akhir (user) pada saat memakainya. Itulah sebabnya pengujian alpa dan beta ini dilakukan.

Pengujian Alpa

Pengujian Alpa dilakukan pada sisi pengembang oleh sekelompok perwakilan dari para pengguna akhir (user). Software ini digunakan dalam kondisi natural, dimana pengembang dapat melihat “dengan kacamata” pengguna sehingga dapat mencatat kesalahan-kesalahan dan masalah-masalah yang dialami pengguna atau user. Pengujian alpa bisanya dilakukan dalam lingkungan yang dapat dikendalikan.

Pengujian Beta

Pengujian Beta dilakukan pada satu atau lebih pengguna akhir atau user. Pengembang atau pihak developer biasanya tidak ikut melakukan pengujian ini. Pengujian beta adalah aplikasi “hidup” dari software dalam sebuah lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh para pengembang. Pelanggan dapat mencatat semua masalah yang ditemui selama pengujian beta berlangsung. User dapat melaporkan secara berkala masalah-masalah tersebut kepada pihak developer atau pengembang. Saat hasil dilaporkan, pengembang software harus membuat perubahan dan mempersiapkan untuk merilis produk software yang baru (update) kepada seluruh pelanggan.

Nah, itu adalah artikel pembelajaran kita mengenai Perbedaan Pengujian Alpa dan Pengujian Beta di dalam Rekayasa Perangkat Lunak. Semoga dengan membaca artikel ini, kalian dapat membedakan ya apa itu Pengujian Alpa dan Pengujian Beta. So, jika artikel ini bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk like, share, comment, dan pilih jenis emotional kalian ya terhadap artikel ini. Sekian dari saya, salam IT ^_^

What's your reaction?
Luar Biasa
0%
Suka Sekali
100%
Keren
0%
Kagum
0%
Jelek
0%
Tidak Suka
0%
About The Author
GreenIT
Loading...
1 Comments
  • 25 Juli 2018 at 3:33 PM

    Pengujian Alpa dan Beta dilakukan untuk menemukan kesalahan yang akan timbul hanya pada pengguna akhir (user) pada saat memakainya

Leave a Response