Pengetahuan
Now Reading
Preimplementation dan Postimplementation Testing
0

Preimplementation dan Postimplementation Testing – Halo sobat Bierpinter. Tahukah kalian apa perbedaan dari Preimplementation dan Postimplementation Testing itu? Kedua hal ini merupakan dua kategori di dalam suatu pengujian perangkat lunak (software). Hal yang membedakannya adalah pada hal aktivitas-aktivitas yang telah terjadi dan belum terjadi. Pengujian software testing memang lah harus dilakukan. Namun, apakah kalian tahu kapankah waktu yang pas untuk melakukan pengujian tersebut? Nah, pada artikel ini saya akan membahas kedua kategori ini. Jangan kemana-mana yah guys 😀

Preimplementation dan Postimplementation Testing

Preimplementation dan Postimplementation Testing

Preimplementation dan Postimplementation Testing

1. Preimplementation Testing

Preimplementation testing merupakan suatu aktivitas yang meliputi kegiatan yang terjadi sebelum menempatkan sistem aplikasi di operation status. Operation status disini seperti kegiatan penginstallan, penggunaan aplikasi maupun maintenance. Sasaran dari pengujian ini adalah untuk menentukan fungsi sistem, menetapkan dan menghilangkan kesalahan-kesalahan (error) yang ada dalam sistem, sebelum ditempatkan ke dalam produksi.

Keterangan Penting :

  1. Umumnya pengujian ditunjukan untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan menjamin bahwa fungsi-fungsi dari sistem adalah sudah layak.
  2. Bagaimana mengukur biaya sebenarnya dari proses menghilangkan kesalahan.
  3. Bagaimana mengurangi biaya dari pengujian.

2. Postimplementation Testing

Postimplementation ini berbanding terbalik dengan preimplementation testing. Postimplementation testing ini terjadi setelah sistem dioperasikan dan secara umum segi yang menjadi perhatian adalah sistem maintenance atau service yang diberikan.

Kesalahan yang sering ditemukan setelah sistem dioperasikan :

  1. Menspesifikasikan dan memberi pengkodean kesalahan ke dalam sistem.
  2. Mendeteksi permasalahan dengan sistem aplikasi.
  3. Membuat laporan permasalahan kepada information services dan/atau user.
  4. Mengoreksi permasalahan-permasalahan yang disebabkan oleh cacat program (defects).
  5. Mengoperasikan sistem setelah kesalahan diperbaiki.
  6. Memperbaiki kesalahan.
  7. Pengujian untuk menentukan bahwa kesalahan tidak ada lagi.
  8. Mengintegrasikan program yang benar ke dalam produksi.

Oke teman-teman, itu adalah sekilas dari Preimplementation dan Postimplementation Testing. Pada umumnya, suatu perangkat lunak atau software memanglah harus dilakukan suatu pengujian. Mengapa? Agar software tersebut tidak terjadi suatu error pada saat user memakai software tersebut. Pengujian juga merupakan salah satu dalam melakukan standaritas suatu software. Sehingga software yang telah diuji akan lebih dipercaya dan diminati oleh para user. Sekian dari saya, Salam IT ^_^

Baca juga : Kasus Software Error yang terkenal di Dunia

What's your reaction?
Luar Biasa
0%
Suka Sekali
0%
Keren
0%
Kagum
0%
Jelek
0%
Tidak Suka
0%
About The Author
GreenIT

Leave a Response