Komputer
Now Reading
Seni Pelacakan Kesalahan di dalam Software Testing
Inovasi Baru
1
Apakah kalian sedang menguji suatu software? Berikut ada beberapa Seni Pelacakan Kesalahan di dalam Software Testing yang wajib kalian ketahui.

Seni Pelacakan Kesalahan di dalam Software Testing – Halo teman-teman sekalian. Apakah kalian sedang melakukan pengujian software? Jika ia, disini saya akan memberitahu nih beberapa Seni Pelacakan Kesalahan di dalam Software Testing yang bisa kalian gunakan. Selain seni pelacakan, disini juga saya akan memberitahukan juga bagaimana cara memperbaiki kesalahan tersebut. Proses pelacakan ini akan sangat bermanfaat di dalam pengujian suatu software. Nah, penasaran bukan teman-teman mengenai Seni Pelacakan ini? So, jangan kemana-mana ya, terusin baca artikel yang satu ini 😀

Seni Pelacakan Kesalahan di dalam Software Testing

Salah satu seni pelacakan kesalahan yang dapat kalian gunakan adalah Debugging (Pelacakan Kesalahan). Debugging dapat terjadi pada saat kasus pengujian yang dapat mengungkapkan kesalahan. Dan debugging juga merupakan suatu proses yang dapat menghasilkan penghapusan kesalahan. Sebenarnya, debugging bukanlah pengujian, namun dapat terjadi sebagai akibat dari pengujian.

Proses Debugging

Seni Pelacakan Kesalahan di dalam Software Testing

Proses Debugging

Proses Debugging dimulai dengan melakukan suatu test case. Hasilnya kemudian akan dinilai dan ditemukan ketidaksesuaian antara kinerja yang diharapkan dengan kinerja yang sesungguhnya. Proses Debugging ini dapat dicoba untuk mencocokkan gejala dengan penyebabnya sehingga bisa mengoreksi suatu kesalahan. Hasil dari proses debugging, bisa berupa :

  • Penyebab yang akan ditemukan dan dikoreksi
  • Penyebab yang tidak ditemukan

Beberapa kesalahan atau bug juga, menyediakan beberapa petunjuk. Yaitu :

  1. Gejala mungkin hilang sementara pada saat kesalahan lain sedang dikoreksi.
  2. Gejala dapat disebabkan oleh kesalahan manusia yang tidak mudah dilacak.
  3. Gajala yang diakibatkan masalah waktu dari pada akibat masalah pemrosesan.
  4. Sulit untuk secara akurat mereproduksi kondisi masukan. Contohnya : aplikasi real time dimana urutan masukan tidak dapat ditentukan.

Memperbaiki Kesalahan

Sebenarnya ada 3 pertanyaan sederhana yang sebaiknya ditanyakan sebelum kalian membuat “koreksi” yang akan menghilangkan penyebab kesalahan atau bug. Beberapa pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Apakah penyebab bug dibuat ulang di bagian lain dari program ini? Suatu program cacat karena pola logis yang salah.
  2. Apakah bug selanjutnya dapat terjadi akibat perbaikan yang sedang kalian kerjakan?
  3. Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah bug ini?

Oke teman-teman. Itu adalah artikel pembelajaran kita kali ini mengenai Seni Pelacakan Kesalahan di dalam Software Testing. Seni-seni pelacakan ini dapat kalian terapkan di dalam pengujian software kalian. Kalian akan menemukan kesalahan-kesalahan atau bug yang mungkin timbul, sehingga dapat memperbaiki kesalahan tersebut di kemudian hari. So, semoga artikel ini dapat bermanfaat ya bagi kalian semua. Sekian dari saya, salam IT ^_^

What's your reaction?
Luar Biasa
33%
Suka Sekali
33%
Keren
0%
Kagum
33%
Jelek
0%
Tidak Suka
0%
About The Author
GreenIT
1 Comments

Leave a Response