Teknologi
Now Reading
13 Negara di Asia Yang Memiliki Pontensi Serangan Malware
0

Perusahaan Microsoft Asia Pasifik baru-baru ini telah mempublikasikan laporan Security Intelligence (SIR), volume 22 yang menemukan bahwa 13 Negara di Asia Yang Memiliki Pontensi Serangan Malware. Adapun Indonesia menjadi salah satunya.

Negara Indonesia pada kuartal ke-2 tahun 2016 sekitar 45,2 % komputer telah terserang malware, jumlah persentasi ini lebih tinggi daripada rata-rata global yang hanya 20,8 %. Dengan kesimpulan, bahwa sistem keamanan jaringan di Indonesia masih lemah. Di peringkat teratas, ada Trojans yang mendominasi temuan software berbahaya sebesar 41,5% dan diikuti Worms dengan 24,5%.

Penting: 7 Hal Dampak Negatif Ketika Menggunakan Internet

Daftar Negara di Asia yang Rentan Terhadap Serangan Malware

Laporan pertengahan tahun Microsoft Security Intelligence (SIR) menampilkan data dan sudut pandang mendalam mengenai kerentanan perangkat lunak, eksploitasi, malware dan serangan berbasis web. Dengan adanya laporan dari perusahaan besar Microsoft, Indonesia mulai meningkatkan sistem keamanan jaringan dengan cara ngeblok situs / website yang tidak jelas guna menurunkan virus yang dapat beredar melalui internet.

“Seiring kemajuan komputasi awan cerdas dalam era transformasi digital, kami dimotori teknologi untuk mengejar kesempatan tanpa henti dengan dampak lebih besar. Namun selamanya tidak akan tetap aman dan dapat mencapai kapasitas secara penuh pada dunia yang terhubung, tanpa memahami ancama keamanan siber dan perkembangan cybercrime”, jelas Antony Cook, Associate General Counsel, Microsoft Asia Pasifik, Jepang dan Australia.

Berikut Daftar Negara di Asia Yang Memiliki Potensi Tinggi Terserang Virus Malware

  1. Kamboja
  2. Indonesia
  3. Myanmar
  4. Vietnam
  5. Nepal
  6. Thailand
  7. Filipina
  8. Bangladesh
  9. Sri Lanka
  10. Malaysia
  11. Korea
  12. Singapura
  13. Selandia Baru

13 Negara di Asia Yang Memiliki Pontensi Serangan Malware

Bangladesh, Kamboja, Indonesia, Myanmar, Vietnam, Nepal dan Thailand melaporkan adanya serangan malware dengan rata-rata tingkat lebih dari 20% di kuartal pertama 2017. Sementara itu Selandia Baru dan Singapura yang memiliki kematangan teknologi lebih tinggi, memiliki performa lebih baik dibanding rata-rata global sebesar 9%.

Serangan Ransomware & Kepungan Siber Meningkat Pada Layanan Komputasi Awan

Menurut Wikipedia Indonesia pengertian Ransomware (Perangkat Pemeras) adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Jenis yang sederhana bekerja dengan mengunci sistem dengan cara yang tidak sulit untuk ditangani oleh orang yang ahli, sedangkan jenis yang lebih canggih akan mengenkripsi berkas sehingga tidak dapat diakses. Serangan perangkat pemeras umumnya dilakukan melalui Trojan yang disamarkan sebagai berkas yang sahih.

Meskipun kemungkinan besar serangan tersebut berasal dari negara Eropa, negara Asia Pasifik seperti Korea terkena imbasnya juga yang lumayan besar. Negara yang menjadi target memiliki beberapa faktor seperti GDP negara, usia rata-rata pengguna komputer, metode pembayaran dan kemampuan bahasa.

Layanan Cloud (Komputasi Awan) pun menjadi wadah untuk menguji coba serangan mereka. Data-data penting yang disimpan para konsumen atau perusahaan menjadi sangat berbahaya apabila user memiliki kata kunci yang sangat lemah. Melalui phising site, serumit apapun sandi yang kamu miliki dapat diretas oleh pembuat virus tersebut.

Beginilah Cara Meminimalisir Resiko Serangan Malware

13 Negara di Asia Yang Memiliki Pontensi Serangan Malware

Setiap user harus memiliki cara safety atau perlindungan bagi dirinya untuk menjaga data-data penting tersebut. Maka ada 4 hal yang dapat kamu lakukan untuk melindungi data-data penting kamu dari serangan malware:

  1. Jangan Sembarangan login di Wifi Umum, karena penyerangan dapat terjadi ketika status jaringan tersebut terhubung dengan perangkat yang kamu gunakan.
  2. Update Antivirus & Sistem Keamanan Lainnya, Ini dapat meminimalisir resiko data-data kamu diretas oleh pencuri.
  3. Jangan Mengambil / Mendownload Data di Situs Tidak Terpercaya, lakukan seleksi dalam pengunjungan website. Kamu dapat menandai website terpecaya dengan melihat  tanda Https:// dan bukan Http:// di address bar browser kamu
What's your reaction?
Luar Biasa
0%
Suka Sekali
0%
Keren
0%
Kagum
0%
Jelek
0%
Tidak Suka
0%
About The Author
Carollous Dachi

Leave a Response