Teknologi
Now Reading
Setelah Menciptakan Facebook, Kini Mark Zuckerberg Ingin Jadi Presiden AS
0

Bier Pinter – Hampir setiap orang telah menggunakan facebook dengan berbagai tujuan. Facebook adalah salah satu aplikasi social media yang menghubungkan setiap orang diberbagai negara dapat berinteraksi, seperti: komunikasi, chat, bahkan bertatap muka secara real menggunakan aplikasi video call yang disediakan oleh aplikasi facebook. Pencipta facebook ini adalah Mark Zuckerberg yang salah satu menjadi orang terkaya didunia dengan penghasilan triliun.

Setelah keberhasilannya mencipta aplikasi social media, kini beliau akan mencalonkan dirinya menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) pada pilpres AS 2020.

Berita ini terdengar ketika salah satu media melihat adanya kampanye yang beredar secara diam-diam yang dilakukan oleh pendiri sekaligus CEO Facebook itu pada akun resminya. Kampanye itu tak sengaja tercium dari kritik MZ terhadap sejumlah program yang diinisiasikan oleh Presiden Donald Trump belakangan ini.

Beberapa alasan Mark Zuckerberg, beliau mengatakan tidak setuju terhadap rencana Trump menghapus program DACA (Deferred Action for Childhood Arrivals). DACA sendiri adalah program untuk imigran ilegal usia muda yang nantinya bisa tinggal di AS, tetapi harus bekerja.

“Saya berada di pihak ‘Dreamer’. Anak-anak yang dibawa ke negara ini, dibawa bersama orang tua mereka. Banyak juga yang sudah lama tinggal di sini. Karena itu, cinta mereka terhadap negara kita sangat besar,” tulis suami dari Priscillan Chan itu.

“Anak-anak ini tahu kesempatan mereka, dan tidak ingin apa pun selain untuk melayani negara dan masyarakat. Mereka berhak untuk kesempatan itu,” lanjutnya.

Tak berhenti disitu, Mark Zuckerberg juga menyelidiki atas rencana Trump yang ingin membangun tembok perbatasan Meksiko – AS.

“Saya melihat orang-orang dan negara ini mundur ke belakang, sepertinya ingin melawan gagasan soal dunia yang terkoneksi dan eksistensi dari komunitas global. Saya juga mendengar suara ketakutan untuk membangun tembok, dan keresahan mereka yang nanti dijuluki orang asing,” ujarnya.

Selain itu, Mark Zuckerberg juga menyangsikan keputusan Donald Trump yang absen menandatangani kesepakatan iklim Paris dalam menanggulangi perubahan alam. Menurutnya, aksi tersebut tentu buruk bagi lingkungan, ekonomi, hingga membuat masa-masa depan anak-anak berisiko.

Menurut penerawangan laman Quartz, kecaman Zuck atas aksi Trump jelas mengisyaratkan dirinya berkampanye dengan sejumlah resolusi terhadap kemelut yang dialami AS saat ini.

What's your reaction?
Luar Biasa
0%
Suka Sekali
0%
Keren
0%
Kagum
0%
Jelek
0%
Tidak Suka
0%
About The Author
admin
Hello, welcome to Bier Smart Site. stay here to get interesting information. :)

Leave a Response